Khitanan ala Keluarga Ane

27 06 2011

Saya tak tau persis sejak kapan tradisi ini dimulai, yang saya tau tradisi ini sudah dilakukan keluarga saya dari buyutnya buyut orang tua laki-laki saya, dan sebagian besar Muslim Pontianak, yaitu tradisi Khataman Al-qur’an sekaligus Khitanan bagi anak Laki-Laki mereka yang akan memasuki Akil Baligh.
Prosesi ini terlebih dulu diawali dengan ritual “makan dalam kelambu” dan “buang-buang” (Ritual wajib sebelum melaksanakn hajatan), dan kemudian keesokan harinya anak akan “dipamerkan” oleh orang tuanya di pelaminan laksana pengantin yang mana sebelumnya anak diarak dari ujung gang menuju tempat dimana hajatan akan dilaksanakan (lagi-lagi kayak pengantin)

20110627-122346.jpg

Trus…setelah diarak maka prosesi khataman Al-qur’an dimulai. (khataman ini baru boleh dilakukan jika anak sedikitnya pernah sekali men-khatam-kan membaca Al-qur’an 30 Juzz) Sang Anak akan membaca Surat-Surat pendek dalam Juzz ke-30 dan Do’a.

20110627-061143.jpg

trus foto keluarga,

20110627-062238.jpg

trus makan-makan, trus dapat amplop, pokoknya dalam sehari dibikin senang, padahal besoknya dia akan dipisahkan dengan seiris kulit. Dan keesokan harinya…

20110627-063246.jpg

itu ceritaku, apa ceritamu?

Iklan




(Saya Pernah…) Makan Dalam Kelambu

14 06 2011

“Makan Dalam Kelambu”

Adat istiadat orang suku bugis (khususnya di Pontianak) banyak sekali ritualnya, dan ritual tersebut hampir tidak asing lagi kedengarannya oleh orang melayu. Seperti : buang-buang, lasuji, robo-robo, sepulung, makan dalam kelambu dan masih banyak yang lain. Yang saya sebutkan diatas itu adat istiadat atau tradisi suku bugis yang tidak asing lagi.

Karena ritual ini selalu dilakukan suku bugis, dan tidak asing lagi. Makan dalam kelambu ini ritualnya sangat menarik, karena makannya harus di dalam kelambu, tidak boleh tidak. Kalau tidak dalam kelambu namanya bukan lagi makan dalam kelambu, tapi makan di dalam rumah.

Makan dalam kelambu, suku bugis, yang diadakan di jungkat, tidak berbeda dengan ritual di daerah-daerah lain. Kecuali isi makanannya ataupun orang/pawangnya yang berbeda jenis kelamin, atau cara penyampaian doanya. Biasanya doa-doa ritual ini berbeda-beda doanya, tapi maksud dari doa tersebut sama artinya.

Prosesi makan dalam kelambu ini sudah turun temurun dari nenek moyang suku bugis, biasanya ritual ini dilakukan pada waktu ada hajatan seperti, perkawinan, khitanan (sunatan), naik ayun (naek tojang).

Ritual makan dalam kelambu ini biasanya orang yang terlibat seperti : pawang, orang yang melakukan hajatan misalnya : orang yang akan menikah atau orang rumah yang melakukan hajatan.

Pawang disini maksudnya orang yang membacanya doa-doa atau yang melaksanakan ritual tersebut. Pawang tersebut tidak boleh sembarangan, dia harus sudah menguasai mantra-mantranya atau doa-doa tersebut, dan biasanya pawang tersebut sudah turun-temurun, yang melaksanakannya, atau yang lebih tepat orang yang sudah ahli.
Orang yang melakukan hajatan disini maksudnya, orang yang menikah, biasanya sepasang pengantin ini juga ikut masuk ke dalam kelambu tersebut, karena dia itu wajib berada di situ, dikarenakan dia yang akan dibacakan doa-doa tersebut agar prosesi acara pernikahannya besok akan berjalan dengan lancar.

Biasanya prosesi makan dalam kelambu dilaksanakan di dalam kamar yang dalam keadaan gelap. Terserah dimana letak kamar tersebut. Jika orang yang melakukan hajatan tidak mempunyai ruangan yang tepat/ tidak mempunyai kamar, tidak apa-apa yang lebih penting orang tersebut harus mempunyai kelambu. Dan kelambu tersebut harus dipasang. Boleh dipakai pangkeng (tempat tidur yang pakai besi) boleh juga tidak. Harus dipakai kelambu ini wajib, karenakan inilah alat-alat dalam makan kelambu yang tidak boleh dilupakan. Yang lain boleh dilupakan tapi yang namanya kelambu tidak boleh.

Makan dalam kelambu ini biasanya dilaksanakan sebelum melakukan hajatan, misalnya kita melaksanakan hajatan/pun acara pernikahan. Prosesi makan dalam kelambu ini dilaksanakan 2 hari, ataupun 1 hari lagi mau melakukan acara tersebut. Yang penting sebelum hari melakukan hajatan. Kita melakukan ritual makan dalam kelambu ini sebelum melaksanakan prosesi acara dikarenakan agar orang yang melaksanakan prosesi acara selamat dan acaranya pun berjalan dengan lancar.

Tradisi makan dalam kelambu ini dilaksanakan setiap ada hajatan, dan ritual ini tidak ditentukan, dilaksanakannya, yang penting ritual ini dilaksanakan kapan saja, yang penting pada saat kita ada acara hajatan. Ritual makan dalam kelambu ini tidak boleh sembarangan kita laksanakan, dikarenakan banyak pantangannya. Karena banyak syaratnya antara lain : harus menggunakan nasi ketan (pulut) dan harus 4 warna yaitu putih, merah hitam dan kuning dalam 1 piring, dan tidak boleh dibeda-bedakan piringnya. Menata nasi ketannya harus berurutan putih, merah, kuning dan hitam. Di atas ketan tersebut harus ada telur kampung rebus, menggunakan ayam panggang 1 ekor, tetapi ayam tersebut tidak boleh sembarangan.

Karena ayam yang dipakai itu adalah ayam kampung yang jantan tidak boleh menggunakan ras (betina). 1 sisir pisang dan pisang yang digunakan itu harus pisang khususnya yaitu pisang berangan. Di dalam bakul terdapat/yang berisikan gabah (padi) dan diletakkan di atas gabah tersebut 1 buah kelapa tua yang sudah di kupas sabutnya dan disekeliling atas kelapa tersebut dililitkan benang ptih sebanyak 7 lilitan.

Ditambah lagi peralatan berupa lilin yang akan dinyalakan ketika ritual itu dilaksanakan. Adapun lilin yang digunakan adalah lilin lebah dan 1 perangkat tempat sirih, pinang, kapur, daun sirih, gambir dan tembakau, digunakan minyak bau dan bereteh dan beras kuning, yang akan digunakan apabila acara dilaksanakan. Pertama-tama seorang pawang menyiapkan sesaji yang akan digunakan, sesaji tersebut misalnya yang telah saya sebutkan diatas. Setelah sesaji itu dipersiapkan, lalu orang yang melasanakan hajatan harus masuk di dalam kelambu tersebut bersama sesajinya dan pawangnya. Di dalam kelambu tersebut tidak boleh ada cahaya yang masuk kecuali lilin lebah, agar acara ritual tersebut akan lebih nikmat dan tenang.

Seorang pawang membacakan mantra/doa-doa setelah itu minyak bau dilumuri di telinga, ubun-ubun, tenggorokan dan pusar (pusat), diambil sedikit-sedikit nasi pulut yang 4 macam, disiapkan bayang-bayangnya yang diberi makan. Maksudnya pawang memberi makan kepada ruh yang melakukan hajatan. Langsung pawang itu menyuapkan makanan serba sedikit kepada yang melaksanakan makan dalam kelambu.

Setelah itu lilin dikelilingkan diatas kepala orang yang makan dalam kelambu diatasnya sebanyak 3 kali putaran, 3 kali sebelah kanan, dan 3 kali sebelah kiri. Setelah itu dibacakan doa selamat kepada yang makan dalam kelambu. Habis itu lilinnya ditiup, sinar dari luar kelambu menyinari di dalam kelambu. Menandakan acara sudah selesai.
Nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dalam ritual makan dalam kelambu adalah menghilangkan rasa was-was karena sudah melaksanakan adat tersebut. Menghilangkan rasa beban kita karena kita sudah melaksanakan ritual tersebut, dikarenakan adat tersebut turun temurun dari nenek moyang kita dan kitapun telah melaksanakan ritual tersebut.

ok..ada yang pernah mengalaminya?

Sumber





Inilah Dia Foto-Foto Barang Peninggalan Rasulullah SAW

14 06 2011

Baju Nabi Muhammad SAW:

Topi Perang:

Baju dan Barang-barang  Rasulullah SAW:

Kotak Gigi Rasulullah SAW:

Kunci Ka’bah di Zaman Rasulullah SAW:

Pedang Rasulullah SAW:

Jejak Kaki Rasulullah SAW:

Rambut Rasulullah SAW:

Tulisan yang ditulis Rasulullah SAW:

Sorban Rasulullah SAW:

Gigi dan Rambut Rasulullah SAW:

mangkok minum Rasulullah SAW:

Sumber





Sabtu Malam Lagi…eh..Malam Minggu

11 06 2011

Ga’ terasa Malam Minggu lagi…
di Pontianak udah pasti ke Mega Mal A yani lagi nih
mau kemana lagi coba?
oo iya…ini dia pilihan buat menghabiskan Malam Minggu Kamu di Kota Pontianak

1. A Yani Mega Mal

Ayani mega mall Pontianak

Kebanyakan anak muda (demikian juga dengan yang tua renta) Pontianak kesini pada malam Minggu, baik yang belanja atau sekedar makan malam,maupun yang sekedar melototin barang-barang di etalase sambil ngiler tanpa memiliki kemampuan untuk membeli.

2. Taman Alun Kapuas a.k.a KOREM

Taman Alun Kapuas a.k.a KOREM

Setelah dilakukannya perbaikan besar-besaran dan masih tetap berlangsung perbaikannya sampai sekarang, KOREM merupakan salah satu alternatif tempat untuk dikunjungi, tempat untuk “gerepek2” pacar tanpa ada yang peduli, tempat nongkrong sambil menghabiskan arak yang dibeli di Gang Abadi (pengalaman pribadi). Daya tarik KOREM adalah memiliki “open space” luas untuk bermain anak, dan yang PALING menjadi “Focal Point” adalah AIR MANCUR (norak nih…padahal air mancurnya mati)

3. Taman Universitas Tanjung Pura

Taman Untan

Paling pas sih disini buat pacaran (bagi yang punya pacar. Yang ga’ punya jangan coba2 kesini..bisa ngiri), ini juga merupakan sentra berkumpulnya berbagai Komunitas, Fixie, Skateboard, vespa, ontel,…(kayaknya semua Komunitas kongkow disini deh),gue minggu lalu juga disini…dan hampir ga’ bisa pulang….hiks…

4. Makam Mak Ngah Pesah Di TPM gang Kasturi Jeruju

makam Mak Ngah Pesah di TPM gg. Kasturi Jeruju Pontianak

Ini dia tempat “pamungkas” dan yang lagi “Hot”…baca postingan sebelumnya untuk informasi lebih lengkap…hehehe





Misteri Terungkap Dimalam Jum’at

9 06 2011

Sangat beruntung ada Internet didunia ini (terima kasih Mbah Google), Akhirnya misteri ini terungkap juga. Setelah mendengar berbagai versi (mayat tetap tak dapat diangkat meskipun telah diangkat menggunakan “mini ekskavator”- versi Mr. OKI), dan melihat ke TKP (Tempat Kuburan Pesah – demikian nama Almarhumah), Alhamdulillah saya bisa berhenti berburuk sangka. Padahal saya hampir mengatakan “yukz” saat menerima SMS dari Atenk alias Andri yang mengajak saya menuju ke TKP malam ini, mengingat ini Malam Jum’at (kliwon bukan ya?), walaupun sebenarnya keberanian saya tak dapat diragukan lagi. saya katakan TIDAK. Semuanya terungkap disini… Puaskan rasa penasaranmu nak…

Posisi makam Pesah dalam kubangan selokan di antara dua tembok ruko
Berbagai spekulasi muncul. Kehebohan warga tak bisa dibendung lagi. Ketua RT minta tak perlu dikaitkan macam-macam. Kapan dipindahkan?

PONTIANAK (9/6) – Pembelajaran bagi setiap orang yang menjalankan fardu kifayah. Sudah empat hari sejak Sabtu (4/6), warga dihebohkan oleh jenazah Pesah, 74, yang dikuburkan di tempat kurang layak di Jalan Kom Yos Sudarso sekitar Pasar Teratai, Jeruju.

Jenazah ibu yang meninggalkan empat orang anak warga Gang Pisang Berangan RT/RW 2/19 Kelurahan Sungai Jawi Luar ini dikuburkan di kubangan air bekas jalan masuk ke Tempat Pemakaman Muslim (TPM) Gang Kasturi, Pontianak Barat.
Posisi kubur belum sepenuhnya masuk ke komplek pekuburan, diapit dua bangunan ruko berjarak sekitar 20 meter dari kompleks kuburan seluas 45×50 meter persegi di lokasi tersebut.
Bekas jalan masuk ke TPM Gang Kasturi itu lebarnya sekitar 10 meter. Dulunya di jalan itu terdapat gertak (jembatan kecil) menuju lokasi pekuburan. Namun gertak tersebut sudah rusak tak bisa dilalui lagi. Sejumlah papan dan kayunya sudah dicabut dan rapuh.
Mengapa tak dikuburkan di lokasi semestinya? Padahal TPM itu masih bisa menampung banyak untuk jenazah yang hendak dikuburkan. Kondisi inilah yang menimbulkan berbagai macam spekulasi warga.

“Ada yang bilang saat mau dibawa ke dalam kompleks pekuburan, orang yang menggotong peti mati itu terpeleset. Peti mati langsung jatuh dan tidak bisa diangkat lagi,” kata Darmawati, warga Gang Pisang Raja, Jeruju kepada Equator kemarin (8/6).
Karena penasaran, Darmawati pun menyempatkan diri melihat kuburan tersebut. Terlebih dia juga mendengar informasi kalau yang meninggal itu masih satu Gang dengan tempatnya tinggal. “Setahu saya tidak ada yang meninggal di gang saya. Makanya saya lihat ke sini,” tuturnya.
Selain Darmawati, puluhan bahkan ratusan orang juga penasaran dengan kuburan tersebut. Mereka berduyun-duyun ke lokasi kubur yang berada di tepi Jalan Kom Yos Sudarso itu. Saking padatnya warga yang datang, jalan raya macet. Warga yang melintas juga ada yang penasaran dan menyempatkan diri melihat kuburan itu.
Sejumlah polisi lalu lintas berjaga di lokasi untuk mengatur kemacetan. Polisi bahkan memberikan imbauan kepada warga melalui pengeras suara untuk membubarkan diri. Namun rasa penasaran warga tak juga surut. Mereka datang silih berganti.

Bahkan ada seorang warga yang mencoba mencari keberadaan peti mati almarhum dengan menusuk-nusuk tanah di kubur itu menggunakan sepotong ranting kayu untuk memastikan peti jenazah. Namun beberapa orang sempat melarang karena berkaitan dengan adab.
Saat didekati, tercium bau tak sedap yang cukup menyengat. Pesah diketahui meninggal pada Jumat (3/6) sekitar pukul 17.00. Ia lahir di Sungai Kakap, 8 Juni 1937. Sebelum meninggal, almarhum tinggal di Gang Pisang Berangan.
Syahrun Achmad, Ketua RT/RW 01/06, Kelurahan Sungai Jawi Luar 

mengungkapkan dirinya mendapatkan laporan ketika jenazah hendak dikuburkan. “Malam Sabtu saya didatangi pihak keluarga almarhumah. Mereka melapor akan menguburkan almarhumah di pemakaman sini (TPM Gang Kasturi, red),” kata Syahrun kepada Equator, kemarin.
Sesuai yang dijanjikan, Sabtu (4/6) sekitar pukul 10.00, Syahrun sudah menunggu di rumahnya di Gang Kasturi. Namun hingga siang, belum ada juga tanda-tanda almarhum akan dikubur.
“Siang hari baru saya dapat laporan kalau almarhum sudah dikubur di situ (bekas jalan masuk ke TPM Gang Kasturi,” ucap Syahrun.
Menurut Syahrun, sejak dua tahun terakhir, orang yang mau ke pekuburan tidak pernah lewat jalan itu lagi. Warga yang hendak ke pekuburan biasanya memutar lewat Gang Kasturi. “Rencana kita jalan itu akan kita usulkan ke pemerintah untuk dibangun lebih bagus lagi,” tuturnya.
Soal berita yang beredar dari mulut ke mulut bahwa peti mati almarhum jatuh dan tidak bisa diangkat, Syahrun menegaskan, berita itu tidak benar. “Memang mau dikuburkan di situ, dan sudah ada lubang yang digali. Tapi kalau saya tahu dari awal mau dikubur di situ, saya akan larang karena kita sudah putuskan agar daerah itu hanya untuk jalan, bukan untuk pekuburan,” katanya.

Syahrun berharap semua orang tidak menanggapi macam-macam soal peristiwa ini. Selaku Ketua RT, dirinya mengaku sudah berembuk dengan pihak keluarga terkait pemakaman almarhumah. Pihak RT menginginkan agar makam bisa dipindahkan ke kompleks pemakaman agar tidak lagi menjadi tontonan warga, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di Jalan Kom Yos Sudarso.

“Kita sudah berembuk dengan pihak keluarga. Pihak keluarga mengusulkan pemakaman dipindahkan menunggu 100 hari (sekitar 3 bulan ke depan, red). Tapi kita harapkan agar pemakaman ini bisa dipindahkan secepatnya,” ujar Syahrun sembari mengatakan pihak keluarga sudah mewakilkan pembicaraan mengenai pemakaman itu kepada Musa Ujang, keponakan almarhumah.

Gimana? Puas? Bosan? sama..saya juga Bosan…tapi gimana lagi..Koran gitu loh…

tapi..gimana bisa “Mini Ekskavator” bisa masuk ke sela-sela Ruko?
can you imagine that? just try!!

Sumber





(KATANYA) ADA MAYAT

9 06 2011

“BUBAR-BUBAR…..APALAGI YANG MO DILIAT..UDAHLAH BAPAK2, IBU2…KASIAN KELUARGA ALMARHUM…MALU…KELUARGANYA MENINGGAL DITONTON ORANG RAMAI….BAYANGKAN KALO KLUARGA IBU YANG DITONTON KAYAK GITU..MALU NDAK” Kata petugas Polantas yang berjaga di sekitar Tempat Kejadian Perkara ketika saya datang dengan sengaja untuk melihat sendiri tempat (yang katanya) Mayat jatuh berenang di rawa yang tergenang air di kawasan Jeruju (disebelah gang Kasturi). Simpang siur cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, berawal dari “KATANYA” Almarhumah “YANG KATANYA” dari gang Pisang “YANG KATANYA” berprofesi sebagai dukun beranak sedianya akan dimakamkan di Pemakaman Umum Sekitar “terjatuh” dari Keranda Mayat ke tanah becek dibawah “gertak” alias Jembatan yang menghubungkan jalan dan tempat pemakaman dan sangat mengejutkan dan “mengherankan”……JREEEENNNNNGGGGG….MAYAT TERSEBUT TAK BISA DIANGKAT!!…Nah loh…Koq bisa?…kayak cerita di sinetron Hidayah aja…sampai tadi siang orang2 masih berkumpul untuk menyaksikan sendiri tempat tersebut. KATANYA mayat sudah dimakamkan tepat dimana jenazah itu jatuh..tapi setelah melihat video rekaman menggunakan ponsel yang direkam remaja setempat saya jadi yakin kalau mayat tersebut sudah dimakamkan (sayang saya lupa untuk minta ditransferkan videonya ke Ponsel saya….hiks..). KATANYA orang2 sekitar bercerita..kalau pemilik toko meubel di datangi arwah Almarhumah pada malam Ketiga setelah pemakaman untuk minta tolong bukakan tali pocong….hiiiiiiii….

SEKARANG!!!! Segera kunjungi tempat wisata (mistik) terbaru di Komplek Pemakaman Muslim Umum di Jl. Kom Yos Sudarso di antara Komplek Perumahan Bali Indah dan Gg. Kasturi Jeruju Pontianak Kalimantan Barat…dan….dengar sendiri desas-desus yang beredar…lalu komentar deh disini….

tempat mayat yang tak dapat diangkat