Asal Muasal Nama “INDONESIA”

17 08 2011

Nama ” INDONESIA” muncul pertama kali tahun 1850 yang diciptakan/dipakai oleh James Richard Logan (ahli hukum Skotlandia) Menurutnya dia lebih menyukai isitilah geografis “Indonesia” yang bersinonim dengan “Kepulauan Hindia”.

Pendapatnya merupakan penolakan terhadap istilah “indunesians” dan “Melayunesians” yang digunakan oleh George Samuel Windsoe Earl untuk menyebut penduduk Kepulauan Malayan.

JR Logan menciptakan istilah baru ” Indonesia” untuk menyebut penghuni wilayah gugusan nusantara dan membaginya menjadi 4 wilayah geografis :
1. Indonesia Barat terdiri dari Sumatera, semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa dan pulau-pulau antara.

2. Indonesia Timur Laut terdiri dari Formosa hingga gugusan Kepulauan Sulu dan Mindanao di Philipina hingga Kepulauan Visaya.

3. Indonesia barat daya terdiri dari Pantai timur Kalimantan hingga Papua Nugini termasuk gugusan kepulauan di papua barat, Kai dan Aru.

4. Indonesai Selatan terdiri dari gugusan kepulauan selatan trans-Jawa, anatara Jawa – Papua Nugini atau dari Bali hingga gugusan Kepulauan Timor.

Logan adalah orang yang pertama mengenalkan nama “Indonesia”, kemudian Adolf Bastian guru besar Etnologi Universitas Berlin yang mempopulerkannya di dunia akademis selama kurun waktu 1884-1894. Nama Indonesia sudah dikenal sebagai istilah budaya dan geografis, karena secara politis wilayah ini dikuasai Belanda dengan sebutan Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda).

Makna politis terminologi Indonesia baru tumbuh setelah abad ke-20, setelah Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) memakainya melalui pendirian biro pers Indonesische Per-bureu saat diasingkan ke negeri Belanda tahun 1913. Tahun 1922 atas prakarsa Mohammad Hatta mengubah nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia yang merupakan organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda yang didirikan tahun 1908.

Era ini merupakan penguatan gerakan pemakaian nama “INDONESIA” sebagai pengganti istilah “Hindia Belanda” oleh kalangan pemuda dan mahasiswa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan. Hal ini juga dibarengi adanya perubahan nama majalah milik Perhimpoenan Indonesia yauti Hindia Belanda menjadi “Indonesia Merdeka ” Sementara itu di tanah air, pergerakan memakai nama “Indonesia” dimulai tahun 1942 oleh dr.Soetomo pendiri Indonesische Studie Club. Setahun kemudian, Jong Islamieten Bond membentuk Kepanduan National Indonesische Padvinderi (NATIPIJ).

Nama “Indonesia” sebagai suatu negara dan bangsa baru muncul saat Soekarno – Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Kini Indonesia memasuki usianya yang ke-66 usia yang tidak muda lagi, apakah sudah terwujud cita-cita para pendiri negeri ini ?

Ref. : Majalah Gatra No. 27 Th XIV 15-21 Mei 2008

Sumber





Legal?

18 07 2011

Orang bijak pernah bilang, “Tiap hal pasti punya dua sisi, positif dan negatif.”.

#cumatanya.

Kalau alasannya karena tidak baik untuk kesehatan.
Kenapa rokok legal dan ganja ilegal?
Kalau ganja ilegal, maka ganja tidak bisa diteliti oleh ilmuwan jenius di seluruh negeri.
Berarti kita semua tidak akan pernah tahu sisi positif ganja.

Kalau alasannya karena membuat candu, ketagihan, dan teman-temannya.
Banyak kok yang bikin candu, selain ganja.
Banyak bocah ingusan kecanduan main game PB.
Banyak remaja kecanduan internet.
Banyak orang kecanduan cabai, sambal, dkk.
Bapak-bapak juga kecanduan rokok.
Dan saya, saya juga kecanduan rokok.

#cumamikir.

Setahu saya, tiap tumbuhan punya serat, bukan? Maksudnya serat di daun, batang, dan apapun itu lah. Nah, serat itu, setahu saya juga, bisa diolah jadi kain (serat kapas), kertas (serat dari batang pohon), karung (serat goni), dan masih banyak lagi olahan serat. Saya kira, serat ganja juga bisa diolah untuk menghasilkan barang-barang seperti itu. Bisa juga, misalnya, batang ganja dikeringkan seperti batang eceng gondok, kemudian dianyam untuk barang kerajinan seperti tas, kursi, meja, dan lain-lain. Lagi pula, daun ganja juga melakukan fotosintesis yang menghasilkan Oksigen, bukan?

Untuk detail cara mengolah ganja, ya saya tidak begitu mengerti karena belum belajar. Saya kira ada lebih banyak orang yang lebih ahli dalam pemanfaatan serat dan bagian tumbuhan, dan kalau bisa ya menghilangkan zat berbahayanya sekalian *dasarbanyakmaunya*.

Yah, atau enggak, ganja legal untuk keperluan penelitian tok. Syukur-syukur bisa sekalian buat industri (di luar narkotika, tentunya).

Dan satu lagi. Ganja legal berarti peredarannya bisa diawasi pemerintah, dan bisa ditarik pajaknya juga 🙂

Sumber





Anda Bos? Silahkan Baca

10 07 2011

Menjadi atasan tidak hanya sekedar mampu mengkoordinasikan pekerjaan ataupun memerintah staf Anda, namun juga harus mampu mencipakan kondisi kerja yang nyaman bagi seluruh jajarannya. Berikut ini beberapa Tips dalam memelihara hubungan kerja dengan staf Anda agar nantinya mampu memberikan hasil yang terbaik, seperti yang Anda harapkan:

1. Pertama. Pilih kalimat yang halus dan sopan, saat memberikan sebuah tugas pada staf Anda. Pemilihan kalimat yang tepat akan memberikan perbedaan pada hasil sebuah tugas.

2. Kedua. Sampaikan kalimat pemberian tugas dengan nada yang tenang. Dengan cara ini tugas yang Anda berikan akan terselesaikan dengan efisien. Untuk menyampaikan sebuah koreksi kesalahan pada staf, sebaiknya disampaikan dalam pembicaraan empat mata, dengan sopan. Menugaskan staf dengan cara berteriak – sekalipun staf tersebut memang menjengkelkan – adalah cara yang tidak efektif

3. Ketiga. Berikan instruksi yang tepat dan jelas untuk setiap tugas. Instruksi yang samar dan bermakna ganda akan membuat stres pihak yang menerimanya

4. Keempat. Hindari mempermalukan staf Anda di depan bawahannya atau rekan sesama staf Anda – sekalipun Anda sudah kehabisan kesabaran terhadap sikapnya. Hal ini biasanya akan membekaskan luka di hati staf Anda.

5. Kelima. “Contoh sikap/Teladan sikap adalah perintah yang paling efektif.” Memunculkan kewibawaan di kalangan staf memang tidak mudah dan membutuhkan proses. Perintah-perintah yang Anda berikan pada staf akan semakin baik apabila Anda juga (pernah) menjalaninya. Misalnya, Anda memerintahkan staf Anda untuk tidak menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi, namun justru Anda sendiri sering menggunakannya untuk keperluan pribadi Anda. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya respect dan rasa hormat staf kepada Anda, yang pada muaranya akan berakibat pada tidak efektifnya perintah-perintah Anda yang lain.

6. Keenam. Keputusan seberapa besar honor yang Anda berikan bagi staf Anda merupakan poin penentu kualitas dan produktifitas staf Anda. Jadikan UMR (Upah Minimum Regional) sebagai acuan Anda untuk memutuskan jumlah honor yang akan Anda berikan kepada staf Anda, jika Anda masih tetap memberikan honor dibawah ambang batas UMR maka Anda harus siap dengan resiko menurunnya kualitas dan produktifitas kerja staf Anda atau kemungkinan terburuk yaitu RESIGNATION (Pengunduran Diri) dari staf Anda.

Jadi, siapkah Anda untuk menjadi Atasan yang baik bagi staf Anda? Selamat Mencoba Tips nya.

Sumber





MABOK DUREN

1 07 2011

Disaat siang terasa lengang, tidak demikian ketika matahari tak lagi tampak. Separuh badan jalan adalah area parkir. Setidaknya itulah yang terjadi akhir-akhir ini di tiga per empat dari seluruh panjang jalan “Teuku Umar” Kota Pontianak. Hal ini dikarenakan oleh aktivitas yang dilakukan para penjual buah dengan penampilan menyeramkan ini di seperempat lebar jalan.

20110630-114302.jpg

Tapi disitulah asiknya makan Durian di seputaran jalan Teuku Umar Pontianak, makan durian memang mengasikkan tapi taukah anda menfaat dari buah berduri ini?

20110630-114114.jpg

Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebuah durian diduga berasal dari istilah Melayu, yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian sendiri berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang merupakan tanaman liar. Penyebaran durian ke arah barat adalah ke Thailand, Birma, India, dan Pakistan. Di Asia, buah ini sudah dikenal sejak abad 7 M. Berdasarkan catatan sejarah, nama lain durian adalah Duren (Jawa, Gayo), Duriang (Manado), Dulian (Toraja), dan Rulen (Seram Timur).
Buah durian memiliki manfaat mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi yang 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi.

nah, mumpung di Pontianak dan mumpung masih musim duren, tapi mesti pinter-pinter nawarnya, jadi puas-puasin deh

Sumber





Khitanan ala Keluarga Ane

27 06 2011

Saya tak tau persis sejak kapan tradisi ini dimulai, yang saya tau tradisi ini sudah dilakukan keluarga saya dari buyutnya buyut orang tua laki-laki saya, dan sebagian besar Muslim Pontianak, yaitu tradisi Khataman Al-qur’an sekaligus Khitanan bagi anak Laki-Laki mereka yang akan memasuki Akil Baligh.
Prosesi ini terlebih dulu diawali dengan ritual “makan dalam kelambu” dan “buang-buang” (Ritual wajib sebelum melaksanakn hajatan), dan kemudian keesokan harinya anak akan “dipamerkan” oleh orang tuanya di pelaminan laksana pengantin yang mana sebelumnya anak diarak dari ujung gang menuju tempat dimana hajatan akan dilaksanakan (lagi-lagi kayak pengantin)

20110627-122346.jpg

Trus…setelah diarak maka prosesi khataman Al-qur’an dimulai. (khataman ini baru boleh dilakukan jika anak sedikitnya pernah sekali men-khatam-kan membaca Al-qur’an 30 Juzz) Sang Anak akan membaca Surat-Surat pendek dalam Juzz ke-30 dan Do’a.

20110627-061143.jpg

trus foto keluarga,

20110627-062238.jpg

trus makan-makan, trus dapat amplop, pokoknya dalam sehari dibikin senang, padahal besoknya dia akan dipisahkan dengan seiris kulit. Dan keesokan harinya…

20110627-063246.jpg

itu ceritaku, apa ceritamu?





(Saya Pernah…) Makan Dalam Kelambu

14 06 2011

“Makan Dalam Kelambu”

Adat istiadat orang suku bugis (khususnya di Pontianak) banyak sekali ritualnya, dan ritual tersebut hampir tidak asing lagi kedengarannya oleh orang melayu. Seperti : buang-buang, lasuji, robo-robo, sepulung, makan dalam kelambu dan masih banyak yang lain. Yang saya sebutkan diatas itu adat istiadat atau tradisi suku bugis yang tidak asing lagi.

Karena ritual ini selalu dilakukan suku bugis, dan tidak asing lagi. Makan dalam kelambu ini ritualnya sangat menarik, karena makannya harus di dalam kelambu, tidak boleh tidak. Kalau tidak dalam kelambu namanya bukan lagi makan dalam kelambu, tapi makan di dalam rumah.

Makan dalam kelambu, suku bugis, yang diadakan di jungkat, tidak berbeda dengan ritual di daerah-daerah lain. Kecuali isi makanannya ataupun orang/pawangnya yang berbeda jenis kelamin, atau cara penyampaian doanya. Biasanya doa-doa ritual ini berbeda-beda doanya, tapi maksud dari doa tersebut sama artinya.

Prosesi makan dalam kelambu ini sudah turun temurun dari nenek moyang suku bugis, biasanya ritual ini dilakukan pada waktu ada hajatan seperti, perkawinan, khitanan (sunatan), naik ayun (naek tojang).

Ritual makan dalam kelambu ini biasanya orang yang terlibat seperti : pawang, orang yang melakukan hajatan misalnya : orang yang akan menikah atau orang rumah yang melakukan hajatan.

Pawang disini maksudnya orang yang membacanya doa-doa atau yang melaksanakan ritual tersebut. Pawang tersebut tidak boleh sembarangan, dia harus sudah menguasai mantra-mantranya atau doa-doa tersebut, dan biasanya pawang tersebut sudah turun-temurun, yang melaksanakannya, atau yang lebih tepat orang yang sudah ahli.
Orang yang melakukan hajatan disini maksudnya, orang yang menikah, biasanya sepasang pengantin ini juga ikut masuk ke dalam kelambu tersebut, karena dia itu wajib berada di situ, dikarenakan dia yang akan dibacakan doa-doa tersebut agar prosesi acara pernikahannya besok akan berjalan dengan lancar.

Biasanya prosesi makan dalam kelambu dilaksanakan di dalam kamar yang dalam keadaan gelap. Terserah dimana letak kamar tersebut. Jika orang yang melakukan hajatan tidak mempunyai ruangan yang tepat/ tidak mempunyai kamar, tidak apa-apa yang lebih penting orang tersebut harus mempunyai kelambu. Dan kelambu tersebut harus dipasang. Boleh dipakai pangkeng (tempat tidur yang pakai besi) boleh juga tidak. Harus dipakai kelambu ini wajib, karenakan inilah alat-alat dalam makan kelambu yang tidak boleh dilupakan. Yang lain boleh dilupakan tapi yang namanya kelambu tidak boleh.

Makan dalam kelambu ini biasanya dilaksanakan sebelum melakukan hajatan, misalnya kita melaksanakan hajatan/pun acara pernikahan. Prosesi makan dalam kelambu ini dilaksanakan 2 hari, ataupun 1 hari lagi mau melakukan acara tersebut. Yang penting sebelum hari melakukan hajatan. Kita melakukan ritual makan dalam kelambu ini sebelum melaksanakan prosesi acara dikarenakan agar orang yang melaksanakan prosesi acara selamat dan acaranya pun berjalan dengan lancar.

Tradisi makan dalam kelambu ini dilaksanakan setiap ada hajatan, dan ritual ini tidak ditentukan, dilaksanakannya, yang penting ritual ini dilaksanakan kapan saja, yang penting pada saat kita ada acara hajatan. Ritual makan dalam kelambu ini tidak boleh sembarangan kita laksanakan, dikarenakan banyak pantangannya. Karena banyak syaratnya antara lain : harus menggunakan nasi ketan (pulut) dan harus 4 warna yaitu putih, merah hitam dan kuning dalam 1 piring, dan tidak boleh dibeda-bedakan piringnya. Menata nasi ketannya harus berurutan putih, merah, kuning dan hitam. Di atas ketan tersebut harus ada telur kampung rebus, menggunakan ayam panggang 1 ekor, tetapi ayam tersebut tidak boleh sembarangan.

Karena ayam yang dipakai itu adalah ayam kampung yang jantan tidak boleh menggunakan ras (betina). 1 sisir pisang dan pisang yang digunakan itu harus pisang khususnya yaitu pisang berangan. Di dalam bakul terdapat/yang berisikan gabah (padi) dan diletakkan di atas gabah tersebut 1 buah kelapa tua yang sudah di kupas sabutnya dan disekeliling atas kelapa tersebut dililitkan benang ptih sebanyak 7 lilitan.

Ditambah lagi peralatan berupa lilin yang akan dinyalakan ketika ritual itu dilaksanakan. Adapun lilin yang digunakan adalah lilin lebah dan 1 perangkat tempat sirih, pinang, kapur, daun sirih, gambir dan tembakau, digunakan minyak bau dan bereteh dan beras kuning, yang akan digunakan apabila acara dilaksanakan. Pertama-tama seorang pawang menyiapkan sesaji yang akan digunakan, sesaji tersebut misalnya yang telah saya sebutkan diatas. Setelah sesaji itu dipersiapkan, lalu orang yang melasanakan hajatan harus masuk di dalam kelambu tersebut bersama sesajinya dan pawangnya. Di dalam kelambu tersebut tidak boleh ada cahaya yang masuk kecuali lilin lebah, agar acara ritual tersebut akan lebih nikmat dan tenang.

Seorang pawang membacakan mantra/doa-doa setelah itu minyak bau dilumuri di telinga, ubun-ubun, tenggorokan dan pusar (pusat), diambil sedikit-sedikit nasi pulut yang 4 macam, disiapkan bayang-bayangnya yang diberi makan. Maksudnya pawang memberi makan kepada ruh yang melakukan hajatan. Langsung pawang itu menyuapkan makanan serba sedikit kepada yang melaksanakan makan dalam kelambu.

Setelah itu lilin dikelilingkan diatas kepala orang yang makan dalam kelambu diatasnya sebanyak 3 kali putaran, 3 kali sebelah kanan, dan 3 kali sebelah kiri. Setelah itu dibacakan doa selamat kepada yang makan dalam kelambu. Habis itu lilinnya ditiup, sinar dari luar kelambu menyinari di dalam kelambu. Menandakan acara sudah selesai.
Nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dalam ritual makan dalam kelambu adalah menghilangkan rasa was-was karena sudah melaksanakan adat tersebut. Menghilangkan rasa beban kita karena kita sudah melaksanakan ritual tersebut, dikarenakan adat tersebut turun temurun dari nenek moyang kita dan kitapun telah melaksanakan ritual tersebut.

ok..ada yang pernah mengalaminya?

Sumber





Inilah Dia Foto-Foto Barang Peninggalan Rasulullah SAW

14 06 2011

Baju Nabi Muhammad SAW:

Topi Perang:

Baju dan Barang-barang  Rasulullah SAW:

Kotak Gigi Rasulullah SAW:

Kunci Ka’bah di Zaman Rasulullah SAW:

Pedang Rasulullah SAW:

Jejak Kaki Rasulullah SAW:

Rambut Rasulullah SAW:

Tulisan yang ditulis Rasulullah SAW:

Sorban Rasulullah SAW:

Gigi dan Rambut Rasulullah SAW:

mangkok minum Rasulullah SAW:

Sumber